Mengenal sosok Emma Poeradiredja bukan sekadar membaca sejarah, melainkan berjumpa dengan cara berpikir yang jauh melampaui zamannya. Dalam pengalaman saya mendampingi dan menelusuri jejak pemikirannya pada tahun 2019 bersama Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Bandung serta Institut Seni Budaya Indonesia Bandung, Emma hadir sebag…
Baca selengkapnyaSaya adalah seorang seniman. Saya sudah menikah, dan sampai hari ini memilih untuk belum memiliki anak. Ini adalah keputusan yang sangat personal. Tentu saja, saya menghargai perempuan yang memilih untuk memiliki anak lebih awal. Namun ternyata, keputusan saya ini tak hanya menjadi bahan pertanyaan, tetapi juga sering dijadikan sen…
Baca selengkapnyaIdul Fitri seharusnya jadi momen kemenangan, tapi bagi banyak perempuan, justru penuh tekanan. Pertanyaan seperti "Kapan menikah?" atau "Kapan punya anak?" sering kali lebih menyakitkan daripada yang disadari. Sudah saatnya kita mengganti penghakiman dengan doa yang tulus. Baca selengkapnya di sini ⬇️
Baca selengkapnyaSejak kecil aku diajari menahan— menahan suara, menahan keinginan, menahan luka. Dari rumah ke jalan, dari sekolah ke tempat kerja, aku belajar bahwa dunia lebih tentram tanpa perempuan yang banyak bertanya. Di meja iftar, tak ada kursi yang menungguku. Tanganku sibuk menyajikan hidangan, sementara di luar sana, mereka sibuk menyusu…
Baca selengkapnyaPerempuan dalam Seni Pertunjukan (Cuplikan lagu Mantra Manyura - Bunga Bangun) Penulis: Bunga Dessri Nur Ghaliyah (2025) Perempuan dalam seni pertunjukan menghadapi berbagai tantangan yang kompleks. Seni pertunjukan, yang memadukan ekspresi tubuh, suara, dan gerakan, sering kali memosisikan perempuan sebagai objek visual yang menar…
Baca selengkapnyaHari Kartini lebih dari sekedar memakai kebaya dan bersanggul. Hari Kartini Hari Kartini ditetapkan saat pemerintahan Presiden Sukarno melalui Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 108 Tahun 1964, tanggal 2 Mei 1964. Keppres tersebut menetapkan sosok Kartini sebagai Pahlawan Kemerdekaan Nasional, sekaligus menetapkan tanggal …
Baca selengkapnyaSumber: Freepik Memakai dan memilih kontrasepsi, hamil, dan menyusui adalah tiga hal yang harus ditentukan oleh perempuan. Tidak ada seorangpun yang lebih berhak mengatur atas ketiga hal ini, walaupun itu adalah pasangan atau keluarga sendiri. Kenapa? Karena rahim dan payudara adalah milik perempuan, juga karena yang akan merasakan …
Baca selengkapnyaYani, May, dan Dida, Para Musisi Perempuan Bagi perempuan, menjadi seorang musisi itu banyak tantangannya. Beberapa kali saya mendengar pernyataan dari rekan sesama musisi bahwa perempuan itu susah diajak latihan, dan tidak konsisten sehingga sering dianggap sebagai hambatan dan kemudian hanya dijadikan pemeran figuran dalam suatu g…
Baca selengkapnya“ Awewe mah entong sakola. Asal bisa nutu-ngedjo, bisa kekerod, bisa ngawoelaan salaki, geus leuwih ti tjoekoep gandjaranana oge mandjing sawarga...” Saat ini di Indonesia, khususnya Sunda, budaya patriarki masih terasa di dalam berbagai sektor dari mulai sosial, pendidikan, ekonomi, politik, hingga kesenian. Budaya patriarki …
Baca selengkapnya
Media Sosial